me and my big boss
Aku ingin bercerita, bercerita tentang seseorang yang tak kan ku sebutkan namanya di sepanjang tulisan ini. Seseorang itu ada di hidupku, ada di mimpiku, dan ada dalam gulungan perasaanku. Dia temanku. Oh, bukan.. Dia lebih dari sekedar teman bagiku. Ah, terlalu berbasa-basi. Baiklah, kuakui,, dia pacarku. Aish,, barangkali juga bukan. Tapi begitulah, antara aku dan dia ada suatu hubungan yang hanya bisa dimengerti oleh kami berdua. Aku tidak ingat kapan pertama kali melihat wajahnya. Mungkin semenjak enam tahun yang lalu, atau mungkin jauh lebih lama dari itu. Tapi, aku tidak pernah bisa untuk mengenalnya, bahkan sampai detik ini dan bahkan sampai beberapa waktu ke depan yang tidak bisa juga ku perkirakan. Dia sulit untuk dikenali. Sangat sulit untuk dipahami. Tetapi dia yang piawai dalam hal mengenali dan memahami. Dia biasa-biasa saja. Hmmm, lebih beberapa tingkat dari kata biasa. Ya, ya, ya,, dia tampan, seandainya saja hidungnya lebih panjang dari sekarang. Kulitnya putih...