TENTANG AKU YANG TAK BISA MEMBAHASAKAN CINTA

Dalam kehidupan manusia, cinta selalu menjadi teka-teki. Cinta selalu menjadi misteri yang tidak bisa dikalahkan dengan praduga apapun. Manusia tidak pernah tau cinta seperti apa yang akan mendatanginya, dan cinta seperti apa yang akan terlahir dari hatinya.
Aku pun merasakan cinta itu. Berawal dari jatuh cinta hingga sungguhan cinta. Ia bukanlah orang yang tiba-tiba datang dan seketika membuatku jatuh cinta. Ia sudah lama ada, dan setelah sekian banyak tatap dan jumpa itulah aku akhirnya menyadari bahwa aku telah jatuh cinta. Ia istimewa sekali. Lincah dalam setiap gerakannya, ekspresif dalam setiap tingkahnya, dan tajam dalam setiap pemikirannya. Tawanya yang renyah terasa melenyapkan segala gundah. Suara cemprengnya yang selalu menyita segala fokusku. Kata-katanya yang melaju tanpa titik dan koma justru menjadi daya tariknya. Dan tangisnya yang diiringi isak selalu membuatku dadaku sesak. Aku jatuh cinta, padanya. Jatuh sepenuhnya.
Ia istimewa sekali. Semakin istimewa karena ia selalu piawai membuatku kehilangan gerak. Saat ia berada di dekatku, jantungku kelebihan detak. Saat ia jauh dariku, hatiku selalu dibalut rindu. Ia bisa membaca semua tulisan di mataku tanpa aku perlu berkata-kata. Ia tidak pernah ragu untuk berkata rindu, untuk menebar rayu, atau untuk mengatakan 'aku cinta kamu'. Meski salah di mata kebanyakan orang, bagiku ia tetap istimewa. Hadirnya selalu membuat hatiku bahagia dan membuat hidupku terasa sempurna. Tingkah konyol dan segala kegilaannya itulah yang membuat hatiku yakin bahwa hanya ia yang bisa mengobrak-abrik batinku.
Semakin sempurnalah sebuah cinta saat berbalasan. Ia jatuh cinta padaku, sesuatu yang sangat aku dambakan meskipun tidak pernah berani untuk aku bayangkan. Aku dan dia melangkah bersama dalam lika-liku sebuah rasa. Bersamanya, aku pun menyadari bahwa perasaanku pun tlah berganti. Bukan jatuh cinta lagi, tapi sungguhan cinta. Aku mencintainya. Aku ingin selalu ada untuknya agar ia tidak pernah mengenal sepi. Aku ingin menjaganya, aku ingin melindunginya, aku ingin membawanya ke masa depan, aku ingin membahagiakannya hingga tak ada tempat untuk sebutir airmata di pipinya. Tapi, aku tidak pernah mengatakan padanya tentang segala rasa dan harap itu.
Itulah kesalahanku. Aku tidak bisa membahasakan cinta seperti orang-orang kebanyakan. Sulit bagiku untuk mengatakan AKU CINTA KAMU. Sulit bagiku untuk mengatakan AKU RINDU KAMU. Entah kenapa, lidahku sangat tidak terbiasa untuk kata-kata yang seperti itu. Aku pun sulit untuk menunjukkan rasa peduli, rasa perhatian, dan rasa cinta kasihku padanya. Aku bingung dan aku sama sekali tidak mengerti, apakah aku harus menggenggam tangannya, apakah aku harus memandanginya dengan tatapan hangat, apakah aku harus menelfonnya setiap saat, atau apakah aku harus memeberikan kejutan atau hadiah-hadiah padanya. Aku tidak tau. Aku tidak mengerti. Aku gugup untuk bertindak seperti itu. Aku tidak bisa membahasakan cinta.
Selama ini, aku berfikir ia tentu bisa memahami setiap kekakuanku, mengerti setiap kebisuanku, dan bisa mengartikan setiap diam dan heningku. Ya, ia memang bisa memahami itu. Sangat bisa. Tapi, aku yang tidak sadar bahwa aku yang selama ini tidak pernah berfikir untuk memahaminya. Aku tidak pernah memikirkan bahwa mungkin saja ia menginginkan aku memahaminya. Mungkin saja ia ingin aku menggenggam tangannya. Mungkin saja ia ingin aku datang ke sebuah pesta bersamanya. Mungkin saja ia ingin memperkenalkan aku kepada teman-temannya. Mungkin saja ia ingin aku memperkenalkan ia pada teman-teman dan keluargaku. Mungkin saja ia ingin aku mengucapkan selamat ulangtahun padanya dengan sajak puitis dan kado romantis. Mungkin saja... Tapi, bodohnya aku, aku tidak pernah berfikir seperti itu. Aku tidak pernah berfikir untuk memahaminya. Aku tidak pernah berfikir bahwa ia pun butuh untuk aku pahami. Selama ini yang terbersit di benakku, ia tentu bisa memahamiku.
Barangkali memang salahku karena tidak bisa membahasakan cinta. Ia pun akhirnya dirundung tanda tanya dan keraguan padaku. Ia mulai bertanya, apakah aku pernah memikirkannya, apakah aku pernah merindukannya, apakah aku sungguh mencintainya.. Oh,, tuhan.. Tentu saja pernah. Itulah yang kulakukan setiap detik dan setiap saat. Namun karena hening dan bisuku, ia akhirnya jenuh, ia lelah berada dalam kisah semu yang kusuguhkan. Ia pun meninggalkan aku. Ia mengatakan bahwa segala sesuatu tentang aku dan dia sebaiknya diakhiri saja...
Aku sungguhan pilu. Aku sungguhan kacau saat ia bicara tentang kata-kata perpisahan itu. Beribu-ribu kata maaf dan penjelasan pun ku berikan padanya. Namun, ia tetap dengan keputusannya untuk mengakhiri kisah ini denganku.. Ia tidak ingin kembali.. Barangkali bukan salahnya. Memang bukan salahnya. Ini salahku. Aku salah karena tidak bisa membahasakan cinta. Maaf dan penjelasan yang kuberi setelah kisah ini usai tentu sangat terlambat baginya.
Kini aku sendiri dalam penyesalan akan kebodohan dan ketololanku sendiri. Bungkamkulah yang telah membuatnya pergi dariku dan berniat untuk tidak kembali lagi. Andai aku bisa membahasakan cinta, tentu akan kuutarakan bahwa aku mencintainya, sangat mencintainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

me and my big boss

Tips Ampuh Lulus SNMPTN 2018