Coretan di Diary (Baris Nostalgia)



Baris Nostalgia
(barisan kata hati untuk cinta pertama)
                Hai, masa lalu!
                Aku menegurmu sejenak untuk mengingatkanku bahwa di sepenggal kata “dahulu” ada rindu. Bahwa dibalik kata “pernah” ada kisah.
                Dahulu... ah, rasanya kurang pantas jika masa itu kusebut dengan kata ‘dahulu’. Karena sesungguhnya aku masih begitu hafal tanggal itu, masih mengingat jelas setiap detiknya. Tentang bagaimana angin yang terasa berhembus lebih syahdu saat dua bola mata menemukan pasangannya. Tentang dunia yang bising tiba-tiba senyap saat kamu melintas di hadapanku. tentang degup jantungku yang aku sendiri pun tak dapat memperkirakan berapa detaknya per menit kala itu.
                Detik-detik itu barangkali bukan detik pertama tatap muka. Tapi aku meyakini bahwa detik-detik itu adalah detik-detik pertama hati menaiki singgasana. Aku tak sungguhan lupa. Sama sekali tidak lupa..
                Hei, ingatkah kamu kapan tawa antara kita bermula? Aku masih mengingatnya. Saat itu hatiku merasa teramat jengkel. Ya, karena ulahmu. Tapi entah kenapa bibirku tersenyum dan mataku berbinar. Saat itu, untuk pertama kalinya aku tidak bisa menterjemahkan perasaanku sendiri. aku mendadak kacau. Ya, karena kamu.
                Oh ya, bagaimana dengan saat pertama kali aku menangis karnamu? Apa kamu masih mengingatnya? Aku masih begitu hafal. Aku menangis pertama kali untukmu saat aku pertama kali melihatmu menyerah terhadap hidup. Rasanya saat itu aku teramat ingin memukul pundakmu, menyadarkanmu dari sebuah keputusasaan. Rasanya aku teramat ingin melontarkan kata-kata bijak yang bisa meyakinkanmu bahwa kamu tidak sendiri. namun, aku tak punya kuasa itu, aku terlanjur rapuh saat kamu tundukkan kedua bola matamu. Kelemahanku adalah saat kamu menyerah.
                Pertanyaan tersulit bagiku adalah jika kamu menanyakan kapan detik terindah kita? Ah, itu terlalu sulit kujawab. Aku tidak bisa menyebutkan satu detik. Karena setiap detik bersamamu adalah detik-detik terindah dalam hidupku. Oh ya, kamu pernah berujar satu ucapan yang langsung melekat di jiwaku. Satu kalimat yang barangkali amat sederhana tetapi mampu membuatku aku hanyut bersamanya. Kalimat yang benar-benar membuatku terharu setiap kali aku mengingat kalimat itu.  saat kamu mengucapkan kalimat itu, aku merasa bahwa cinta itu benar-benar ada, dan aku merasakannya.
                Tetapi di detik ini, di kesendirian ini, semua itu kurasa bagaikan dongeng klasik menjelang tidur. Kamu tak ada. Masa-masa indah seperti yang kamu ucap dulu itu tidak akan pernah ada. Aku tidak bisa mengingat kapan kata KITA terpisah menjadi kata AKU dan KAMU. Sama seperti aku yang tiba-tiba lupa seperti apa rindu yang dulu pernah ada.
                Meski aku telah memandangmu dari jarak yang teramat dekat, namun tetap saja rasanya ada sesuatu yang justru tengah berlari menjauh. Semua kisah indah itu tlah mengkristal dalam kata pernah. Nyatanya, baris ini hanyalah sebuah baris nostalgia. Seonggok kenangan yang kujalin dengan pita kata-kata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

me and my big boss

Tips Ampuh Lulus SNMPTN 2018

TENTANG AKU YANG TAK BISA MEMBAHASAKAN CINTA